Cerpen: Pemilik Kenderaan Klon

Namaku Razis, masa di kampung teman baikku gelarkan aku ajis (bukan nama sebenar). Tiga tahun lepas ketika aku berada pada hari ke 62 suku ketiga tahun tersebut premises niaga Ku di Bukit mertajam diserbu oleh pelbagai Agensi penguatkuasa.



Advertisements

Larangan Penggunaan Drone

Jenis dan Fungsi Drone
Drone adalah pesawat  dikendalikan dari jarak jauh. Dahulu mungkin orang mengenal drone atau pesawat tanpa Juruterbang digunakan oleh militer untuk mata-mata musuh di daerah konflik. Tapi kini Drone non militer menjadi hobi baru, penggunanya juga sangat beragam mulai dari anak sekolah hingga profesional.

dr
Contoh Drone

Fungsi Drone

Drone atau pesawat tanpa Manusia selain digunakan untuk militer sudah mulai dikembangkan untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Pesawat drone juga sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya  untuk memotret, merakam video dan pengumpulan data. Selain itu  juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan.

Fungsi drone bisa dikembangkan oleh siapa saja yang memiliki keahlian khusus, digunakan untuk apa dan seperti apa pengendaliannya. Kebelakangan ini drone masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. Namun  sekarang drone sudah dikendalikan secara semi auto menggunakan sistem algoritma pada unit kontrol drone itu sendiri.

Jenis Jenis Drone

Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling)  :

  • Fixed wing Drone ( Tunggal)

Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau  konsepnya seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki Energi lebih irit baterai karena single baling baling.

fixed-wing-drone
Drone Bentuk Pesawat
  • Multicopter Drone (Multi)

Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sesuai memilih drone yang multi copter kerana Lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) yang lebih berat. Ini adalah beberapa fungsi Drone.

Tapi di malaysia Rasanya jangan mimpi la korang nak guna, Lihat keratan akhbar di bawah. Tapi salah mengikut undang-undang mana iye?.

.drone

 

Lebih Muatan Lebuh Raya (JPJ Perak)

IPOH 26 Sept. – Sebanyak 25 buah lori yang membawa pasir, batu dan Isipadu dalam Lori Tangki melebihi had muatan ditahan di Sepanjang Laluan Lebuh Raya hala ke selatan, bermula hari ini.

1-6

Operasi bermula pukul 7 pagi tadi disertai oleh 20 orang dari Unit Operasi Khas JPJ Negeri Perak di susur Plaza Tol Ipoh Utara dan Selatan.

Ketua operasi, Nik Ariza Bin Jannah berkata, mana-mana lori yang ditahan akan  dibawa ke Stesen Timbang Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Ipoh untuk pemeriksaan Berat dan lanjutan.

“Kita dapat laporan daripada orang ramai tentang kegiatan lori membawa muatan melebihi had di sepanjang laluan lebuhraya, dan sasaran kami adalah kenderaan berat yang menggunakan lebuh raya PLUS utara-selatan dapat mematuhi peraturan ini.

Kata beliau lagi, Sehingga jam 3 petang, kelihatan semua lori yang melalui lebuh raya hala ke selatan menyedari operasi hari ini, dan kesemuanya kelihatan telah mengikuti Had muatan yang dibenarkan pada kenderaan masing-masing.

“Kesemua lori yang telah dibuat penimbangan, sekiranya membawa muatan melebihi had yang dibenarkan akan disiasat mengikut Seksyen 57 (1)(b)(vi) Akta Pengangkutan Awam Darat (APAD) 2010, yang jika sabit kesalahan memperuntukkan hukuman penjara dua tahun atau denda maksimum RM500,000 atau kedua-duanya sekali,” ujarnya.

Tambahnya, dalam operasi tersebut, lebih 45 saman dikeluarkan atas pelbagai kesalahan. Selain itu, katanya, sebanyak 30 lori diarah diperiksa semula manakala sebanyak 5 lori disita dari beroperasi. Beliau enggan mengulas apabila ditanya, Bila operasi ini akan berakhir?. ~~BentaraSetia~~

Tempel Info Hak Cipta Di Exif Foto Secara Langsung Melalui Kamera

Berikut ini tips singkat cara menempelkan informasi hak cipta (copyright information) ke dalam setiap foto yang dihasilkan kameramu. Pada intinya, lewat cara ini data EXIF foto bukan hanya memuat informasi setting kamera dan lensa saja, namun juga informasi siapa fotografernya. Dengan cara ini, setiap foto yang keluar dari kamera seolah-olah diberi stempel hak cipta fotografer.weet

 

canon-informasi-hak-cipta

Cara penambahan informasi hak cipta bervariasi dari satu merek ke merek kamera yang lain, untuk itu saya kasih contoh dua merek utama: Canon dan Nikon. Saya juga tidak menjamin semua kamera memberi fasilitas ini.

 

Sebagai contoh, di kamera mirrorless Sony saya tidak tersedia opsi untuk menambah copyright info. Tapi jangan kuatir.  Kalau kamera tidak memberi opsi penambahan informasi hak cipta, kita bisa menambahkannya saat mengimpor foto ke komputer.

Oke, langsung saja…

Menambah informasi hak cipta di kamera DSLR Nikon

Masuk ke Setup Menu (gambar kunci inggris) lalu pilih Copyright Information >> Artist >> Ketik Nama >> Jangan lupa centang di pilihan Attach copyright information >> Done.

Secara garis besar, deretan gambar di bawah ini menjelaskan langkah di atas: Continue reading “Tempel Info Hak Cipta Di Exif Foto Secara Langsung Melalui Kamera”

Only A Lemon???

Lemon juice, rind, and zest are used in a wide variety of foods and drinks. Lemon juice is used to make lemonade, soft drinks, andcocktails. It is used in marinades for fish, where its acid neutralizes amines in fish by converting them into nonvolatile ammoniumsalts, and meat, where the acid partially hydrolyzes tough collagen fibers, tenderizing the meat, but the low pH denatures the proteins, causing them to dry out when cooked. Lemon juice is frequently used in the United Kingdom to add to pancakes, especially on Shrove Tuesday

This slideshow requires JavaScript.


Lemon juice is also used as a short-term preservative on certain foods that tend to oxidize and turn brown after being sliced (enzymatic browning), such as apples, bananas, and avocados, where its acid denatures the enzymes.
Lemon juice and rind are used to make marmalade, lemon curd and lemon liqueur. Lemon slices and lemon rind are used as a garnish for food and drinks. Lemon zest, the grated outer rind of the fruit, is used to add flavor to baked goods, puddings, rice, and other dishes.


The leaves of the lemon tree are used to make a tea and for preparing cooked meats and seafoods.https://secure.link/rwQN5EcU

 

Allah memuliakan wanita dalam Islam

 

Di antara stigma negatif yang dialamatkan oleh Barat terhadap ajaran Islam adalah, bahwa Islam tidak menghargai kedudukan wanita, memasung kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai manusia kelas dua …

Di antara stigma negatif yang dialamatkan oleh Barat terhadap ajaran Islam adalah, bahwa Islam tidak menghargai kedudukan wanita, memasung kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai manusia kelas dua yang terkungkung dalam penguasaan kaum laki-laki serta hidup dalam kehinaan. Wanita Islam pun dicitrakan sebagai wanita terbelakang dan tersisihkan dari dinamika kehidupan tanpa peran nyata di masyarakat. Oleh karena itu, mereka menganggap, bahwa Islam adalah hambatan utama bagi perjuangan kesetaraan gender.

Anehnya, sebagian kaum muslimin yang telah kehilangan jati dirinya malah terpengaruh dengan pandangan-pandangan itu. Alih-alih membantah, mereka malah menjadi bagian dari penyebar pemikiran mereka. Dibawah kampanye emansipasi wanita dan kesetaraan gender, mereka ingin agar kaum muslimahmelepaskan nilai-nilai harga diri mereka yang selama ini dijaga oleh Islam.

Wanita pra-Islam
Sebelum datang Islam, seluruh umat manusia memandang hina kaum wanita. Jangankan memuliakannya, menganggapnya sebagai manusia saja tidak. Orang-orang Yunani menganggap wanita sebagai sarana kesenangan saja. Orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual anak perempuan atau istrinya. Orang Arab memberikan hak atas seorang anak untuk mewarisi istri ayahnya. Mereka tidak mendapat hak waris dan tidak berhak memiliki harta benda. Hal itu juga terjadi di Persia, Hidia dan negeri-negeri lainnya. (Lihat al Mar`ah, Qabla wa Ba’da al Islâm, Maktabah Syamilah, Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 9-14)

Orang-orang Arab ketika itu pun biasa mengubur anak-anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena ia seorang wanita! Allah berfirman tentang mereka,

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ . يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl [16]: 58)

Muhammad al Thâhir bin Asyûr mengatakan, “Mereka mengubur anak-anak perempuan mereka, sebagian mereka langsung menguburnya setelah hari kelahirannya, sebagian mereka menguburnya setelah ia mampu berjalan dan berbicara. Yaitu ketika anak-anak perempuan mereka sudah tidak bisa lagi disembunyikan. Ini adalah diantara perbuatan terburuk orang-orang jahiliyyah. Mereka terbiasa dengan perbuatan ini dan menganggap hal ini sebagai hak seorang ayah, maka seluruh masyarakat tidak ada yang mengingkarinya.” (al Tahrîr wa al Tanwîr: 14/185)

Wanita Pasca Islam
Kemudian cahaya Islam pun terbit menerangi kegelapan itu dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali. Perhatikan Allah berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antara sabdanya:

اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11)

Wanita adalah Karunia, Bukan Musibah
Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah, Islam memandang bahwa wanita adalah karunia Allah. Bersamanya kaum laki-laki akan mendapat ketenangan, lahir maupun batinnya. Darinya akan muncul energi positif yang sangat bermanfaat berupa rasa cinta, kasih sayang dan motivasi hidup. Laki-laki dan wanita menjadi satu entitas dalam bingkai rumah tangga. Kedunya saling membantu dalam mewujudkan hidup yang nyaman dan penuh kebahagian, mendidik dan membimbing generasi manusia yang akan datang. Allah berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Al Rûm [30]: 21)

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?.” (QS. An Nahl [16]:72)

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

“Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al Baqarah [2]: 187)

Hak dan Kedudukan Wanita
Sebagaimana laki-laki, hak-hak wanita juga terjamin dalam Islam. Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak wanita. Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki. Diantara contoh yang terdapat dalam al Qur`an adalah:

wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam beribadah dan mendapat pahala:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124)

Wanita juga memiliki hak untuk dilibatkan dalam bermusyawarah dalam soal penyusuan:
فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا

“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS. Al Baqarah [2]: 233)

Wanita berhak mengadukan permasalahannya kepada hakim:
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Mujâdilah [58]: 1)

Dan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diriwayatkan beberapa kasus pengaduan wanita kepadanya.

Wanita adalah partner laki-laki dalam peran beramar makruf nahi munkar dan ibadat yang lainnya:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Taubah [9]: 71)

Allah juga berfirman tentang hak wanita:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah [2]: 228)

Ibnu Katsir berkata, “Maksud ayat ini adalah bahwa wanita memiliki hak atas laki-laki, sebagaimana laki-laki atas mereka. Maka, hendaknya masing-masing dari keduanya menunaikan hak yang lainnya dengan cara yang makruf.” (Tafsîr al Qur`ân al Adzîm: 1/609)

Muhammad al Thâhir bin ‘Asyûr berkata, “Ayat ini adalah deklarasi dan sanjungan atas hak-hak wanita.” (al Tahrîr wa al Tanwîr: 2/399)
Mutiara Yang Harus Dijaga

Selain menjamin hak-hak wanita, Islam pun menjaga kaum wanita dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya. Bagai mutiara yang mahal harganya, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang mulia yang harus dijaga. Atas dasar inilah kemudian sejumlah aturan ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dan agar berikutnya, kaum wanita dapat menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik umat generasi mendatang.

Muhammad Thâhir ‘Asyûr rahimahullah berkata, “Agama Islam sangat memperhatikan kebaikan urusan wanita. Bagaimana tidak, karena wanita adalah setengah dari jenis manusia, pendidik pertama dalam pendidikan jiwa sebelum yang lainnya, pendidikan yang berorientasi pada akal agar ia tidak terpengaruh dengan segala pengaruh buruk, dan juga hati agar ia tidak dimasuki pengaruh setan…

Islam adalah agama syariat dan aturan. Oleh karena itu ia datang untuk memperbaiki kondisi kaum wanita, mengangkat derajatnya, agar umat Islam (dengan perannya) memiliki kesiapan untuk mencapai kemajuan dan memimpin dunia.” (al Tahrîr wa al Tanwîr: 2/400-401)

Di antara aturan yang khusus bagi wanita adalah aturan dalam pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita. Aturan ini berbeda dengan kaum laki-laki. Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi mereka.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzâb [33]: 59)

Wanita pun diperintah oleh Allah untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya dengan cara tidak bercampur baur dengan mereka, lebih banyak tinggal di rumah, menjaga pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak merendahkan suara dan lain-lain.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmudan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzâb [33]: 33)

Semua syariat ini ditetapkan oleh Allah dalam rangka menjaga dan memuliakan kaum wanita, sekaligus menjamin tatanan kehidupan yang baik dan bersih dari prilaku menyimpang yang muncul akibat hancurnya sekat-sekat pergaulan antara kaum laki-laki dan wanita. Merebaknya perzinahan dan terjadinya pelecehan seksual adalah diantara fenomena yang diakibatkan karena kaum wanita tidak menjaga aturan Allah diatas dan kaum laki-laki sebagai pemimpin dan penanggungjawab mereka lalai dalam menerapkan hukum-hukum Allah atas kaum wanita.

Penutup
Akhirnya, dengan keterbatasan ilmu dan kata, penulis merasa bahwa apa yang dipaparkan dalam tulisan ini masih jauh dari sempurna. Namun mudah-mudahan paling tidak dapat sedikit menjawab keragu-raguan yang mungkin hinggap pada benak sebagian kaum muslimin tentang pandangan Islam terhadap wanita, disebabkan karena merebaknya opini keliru yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak menginginkan syariat Islam tegak menopang sendi-sendi kehidupan umat manusia
***
Wallâhu a’alam bish-shawâb wa shallallâhu ‘alâ nabiyyinâ Muhammad.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: “ca-pub-6486724045809864”, enable_page_level_ads: true });

10 Fakta Berkaitan Spad

 

spad

Reputasi Suruhanjaya Pengangkutan Awam Darat (SPAD) di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai sebuah badan yang ditugaskan untuk memantau perjalanan sistem pengangkutan di negara ini memang tidak dapat disangkal oleh sesiapa.

Kecemerlangannya bahkan diiktiraf di peringkat antarabangsa. Manifestasinya, suruhanjaya yang dipengerusikan oleh Tan Sri Syed Hamid Albar ini telah diangkat sebagai penerima Anugerah Komitmen Politik Asia Pasifik dari Persatuan Pengangkutan Awam Antarabangsa (UITP) baru-baru ini di Geneva.

Dan pelantikan semula Tan Sri Syed Hamid dan Mohd Nur Ismal bin Mohamed Kamal sebagai Ketua Pegawai Eksekutif SPAD pastinya memberi harapan kepada seluruh rakyat Malaysia untuk melihat kesinambungan komitmen suruhanjaya ini melaksanakan lebih banyak inisiatif-inisiatif yang menguntungkan semua pihak.

Senarai 10 Perkara Umum Mengenai SPAD:

1. SPAD adalah sebuah badan berkanun yang di tubuhkan di bawah akta Pengangkutan Awam Darat 2010 (Akta 715), Menggantikan Akta 334 bagi Semenanjung yang dulunya dikenal LPKP.

2. Ia telah ditubuhkan secara rasminya pada 3 Jun 2010 dengan Tan Sri Syed Hamid Albar telah dilantik selaku Pengerusi.

3. Ramai yang tersilap dengan menyangka SPAD adalah sebuah suruhanjaya di bawah Kementerian Pengangkutan. Suruhanjaya ini sebenarnya adalah sebuah agensi yang dipantau oleh Jabatan Perdana Menteri (JPM), bukannya Kementerian Pengangkutan.

4. SPAD diletakkan di bawah pemantauan JPM bagi memastikan ia dapat melaksanakan tugas dan objektif penubuhannya secara lebih efisyen dan efektif di bawah pengawasan Perdana Menteri sendiri.

5. Fungsi utama SPAD adalah untuk merancang dan membuat polisi serta mengawalselia pengangkutan awam darat di negara ini seperti keretapi, bas dan teksi serta pengangkutan barang yang menggunakan jalan raya atau rel keretapi.

6. Suruhanjaya ini turut menjalankan tugas-tugas penguatkuasaan undang-undang sebagaimana yang dijalankan oleh Polis Di Raja Malaysia (PDRM) dan Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ).

7. SPAD memainkan peranan penting di dalam usaha membaik pulih perkhidmatan pengangkutan awam darat di Malaysia, yang mana usaha ini salah satu agenda utama Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA) untuk pengangkutan awam bandar seperti yang digariskan di dalam Pelan Transformasi Kerajaan.

8. SPAD merancang, menyelia dan menguatkuasa semua hal-hal berkaitan pengangkutan awam darat di Semenanjung Malaysia.

9. Visi suruhanjaya ini ialah untuk menerajui transformasi pengangkutan awam darat untuk menjadi mod pilihan rakyat.

10. SPAD juga berusaha memastikan bahawa sistem pengangkutan awam darat adalah selamat, boleh diharap, responsif, mudah diakses, terancang, bersepadu, mampu dibayar dan lestari bagi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualiti hidup.

 *Sebagai Penulis Blog Bebas, Wujud Kecelaruan Pada Hemat Saya dengan wujudnya SPAD ini. Terlintas dalam fikiran, kenapa Akta 334 masih ada, cuma terpakai di Sabah & Sarawak, dan Adakah sabah sarawak bukan wilayah malaysia??. Penubuhannya Jelas untuk buat polisi dan kawalselia keretapi, bas, teksi dan kenderaan barangan. Ada ke fungsi badan ini, Jika saya pergi terminal bas pun cuma kelihatan Abang JPJ bawah pondok. Hurmmmm, stop dl, kita kupas isu ini lebih dalam pada artikel akan datang. bye